Sabtu, 05 Maret 2011

Pengukukuran dan Pengujian Kayu (PemHut)

Pengukuran dan Pengujian Kayu

1. Pengukuran

2. Pengujian

3. Jenis Cacat

4. Kualitas Kayu

Pengukuran

Ø Merupakan tingkat awal pengujian kayu

Ø Tidak hanya menduga isi, namun terkait kepentingan keperluan untuk memenuhi spesifikasi kayu

Ø Diameter : rata-rata diameter; dengan kulit kayu atau tidak

Ø Panjang : menentukan penggunaan akhir, penentuan jenis alat angkut

Ø Standar , peraturan :

a. No. 2442 A-2 DD 1970

b. No. 2494 A-2 DD 1970

c. No. 97/Kpts/DJ/I/1975

Teknis :

No. 99/Kpts/DJ/I/1975

Ø Perhitungan harga jual kayu

Ø Perhitungan laba-rugi

Ø Perhitungan upah buruh

Ø Perhitungan pungutan pemerintah (PSDH)

Ø Penyusunan data statistik

Ø Perhitungan produktivitas kerja

Ø Sistem satuan metrik (Continental system, Perancis)

a. Negara pengguna : Belanda, Jepang, Pilipina , Indonesia

b. Satuan : Diameter (cm); Panjang (m); Isi kayu (m2)

Ø Sistem Inggris (Imperial system)

a. Kayu bulat dianggap sebagai kayu gergajian

b. Satuan : diameter (inch); panjang (foot); isi kayu (kubic foot)

1 board feet (bdft) = setara papan dengan papan berukuran

Panjang 12 inch

Lebar 12 inch

Tebal 1 inch

16 bdft = setara papan dengan papan berukuran

Panjang 16 inch

Lebar 12 inch

Tebal 1 inch

1 bdft = 1/12 cubic feet (cuft)

1000 bdft = 1 mille feet (m bdft)

= 2,4 m3

Sistem metrik

Ø Isi kayu : panjang dan diameter

Ø Diameter : rata-rata kedua ujung, tanpa kulit, satuan cm

Ø Tabel isi (Brereton/ isi sebenarnya)

Ø Spilasi untuk panjang (0,10-0,19m; dinyatakan dalam kelipatan 10 cm)

Hasil Pengukuran (m) Pembulatan (m) Panjang yang dicatat

4,18 4,10 4,00

4,20 4,20 4,10

5,09 5,00 4,90

5,65 5,60 5,50

5,62 5,60 5,50

Ø Standarisasi (ditera) setiap 6 bulan

Ø Alat ukur yang digunakan : caliper, garpu pohon, pita diameter, tongkat ukur.

Ø Di Indonesia

a. Diameter : tongkat ukur 1,20 m, bahan kayu lapis kuningan

b. Panjang : pita ukur 20 m, bahan fiber glass tebungkus plastik

Ø Pelaku : juru ukur (scaller)

Tempat pengukuran : tebangan, TPN, Rencana TPN

Ø Pelaku : pengawas

Tempat pengukuran : TPN, TPK, Rencana TPN/TPK

Ø Faktor yang mempengaruhi ketelitian : tempat pengukuran, waktu pengukuran, alat ukur, kemampuan pengukur.

Ø Syarat kayu yang diukur : bontos siku, bebas cabang/ranting, bebas kulit

Ø Pengukuran dari bontos menuju puncak

Pengujian

Ø Definisi : kegiatan menggolongkan kayu kedalam kelas kualitas sesuai dengan nilai kayu.

Ø Tujuan :

1. Memisahkan sortimen sesuai penggunaan

2. Menentukan mutu relatif

3. Menetapkan spesifikasi standar kayu

4. Dasar pengujian kayu berdiri

5. Melindungi pembeli dan penjual

6. Mengarahkan proses pengelolaan kayu (efisiensi pemakaian kayu)

7. Pengamanan aset negara

Ø Pengujian pohon berdiri : menghasilkan nilai tegakan

Pengujian kayu bulat : menghasilkan berbagai nilai konversi dari sebuah kayu bulat

Kayu bahan venir

Kayu bahan gergajian

Kayu bahan konstruksi

Kayu lokal

Pengujian kayu gergajian : menghasilkan berbagai jenis kayu sesuai penggunaannya

Kayu konstruksi

Kayu perkakas

Dasar pengujian :

1. Isi bagian sehat

2. Jumlah cacat maksium

3. Permukaan bersih

Kayu rimba : kombinasi 1 dan 2

Kayu jati : 2

Cacat kayu

Ø Definisi : ketidaksempurnaan pada kayu yang dapat mengurangi volume, keawetan, ketahanan, dan penggunaan kayu.

Jenis cacat kayu :

a. Mengurangi volume : pecah, retak, busuk, dst

b. Mengurangi keawetan, ketahanan, dan penggunaan : mata kayu, serat terpilin, busuk, retak, dan jamur

Ø Gubal busuk : serangan jamur

Ø Hati lubang, rapuh, busuk

Ø Gerowong

Ø Retak badan, retak bontos, retak hati

Ø Pecah : retak dengan ukuran lebih besar (maks. 6mm)

Ø Belah : kelanjutan pecah (>6 mm)

Ø Pecah hati, pecah gelang, pecah busur

Ø Lobang gerek (kecil <1,5>3 mm)

Ø Kesilindrisan : perbandingan diameter terkecil dan terbesar

Silindris : >90%

Hampir silindris : 60-90%

Tidak silindris : >90%

Ø Bengkok : penyimpangan > 1/3 diameter kayu

Ø Mata kayu

Sehat : bebas busuk, penampang keras, tertanam pada kayu

Busuk : lunak atau lapuk

Kualitas Kayu

1. Kayu utama (P) :

Bintang lima ujung; D >60 cm; P 2,5 m; segar; lurus; silindris; serat lurus; bontos siku; dk/db >90%

2. Kayu pertukangan I (F) :

Bintang 4 ujung; D >60 cm; P 2,5 m; lobang gerek; 85% sehat

3. Kayu pertukangan II (S)

Bintang 3 ujung; D >50 cm; P 2,5 m; lobang gerek; 70% sehat

4. Kayu pertukangan III (T)

Bintang 2 ujung; D >50cm; P >2,5 cm; lobang gerek; 60% sehat

5. Kayu lokal (L) : tanpa bintang; di luar ukuran P-T

Kebakaran Hutan

Pembakaran ialah tindakan sengaja membakar sesuatu dengan maksud tertentu. Kebakaran ialah terbakarnya sesuatu yang menimbulkan bahaya atau mendatangkan bencana. Kebakaran dapat terjadi karena pembakaran, baik melalui proses spontan alami atau karena kelalaian manusia, yang tidak dikendalikan.

Kebakaran hutan adalah suatu kejadian dimana api melahap bahan bakar bervegetasi di areal hutan. Baik yang dilakukan secara sengaja maupun secara tidak sengaja. Bahan bakar bervegetasi ini ada yang berupa bahan bakar kering maupun bahan bakar basah. Bahan bakar basah dapat menyebabkan timbulnya asap yang banyak sehingga dapat mengganggu kelangsungan hidup makhluk hidup lainnya.

Salah satu dampak negatif dari kebakaran hutan adalah asap, yang dapat menyebabkan terjadinya polusi udara karena mengandung S02, NOx, 0 3 , H2S, CO, dan partikel karbon sangat berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup. Selain secara langsung berdampak negatif pada manusia dan hewan, akibat lain yang ditimbulkan dari asap hasil kebakaran hutan adalah terganggunya kelancaran transportasi baik darat, laut dan udara. Kabut/gumpalan asap tersebut dapat mengganggu lalulintas darat terutama pada sore, malam hari dan pagi hari karena mengganggu jarak pandang pengemudi kendaraan.

Bahaya kebakaran adalah penilaian faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kemudahan terbakarnya vegetasi dan biomassa, tingkat penyebaran, kesulitan pengendalian, dan dampak kebakaran. Peringkat bahaya kebakaran adalah proses sistematis yang mengevaluasi faktor-faktor tersebut, dan digunakan sebagai alat pengelolaan kebakaran untuk mengukur keadaan bahaya kebakaran saat ini dan di masa datang. Peringkat ini dibuat berdasarkan observasi meteorologi harian dan tutupan vegetasi.

Hot spot adalah titik panas yang dideteksi oleh satelit (27-42°C), sedangkan titik api adalah suhu panas yang mencapai 250-350°C (sudah terbakar). Munculnya api dalam suatu areal hutan terjadi karena adanya segitiga api, yaitu oksigen, titik api, bahan bakar. Semakin kering bahan bakar vegetasi yang terdapat dihutan semakin cepat pula api melahap areal tersebut.

Areal gambut sangat mudah terbakar. Namun pembakaran yang terjadi pada areal gambut terjadi didalam tumpukan lahan gambut, sehingga sulit untuk dideteksi dan ditangani. Angin sangat berpengaruh terhadap kebakaran hutan.

Hutan tropika tertutup jarang yang dapat terbakar sendiri karena jumlah bahan kering yang terdapat di lantai hutan tidaklah cukup. Kebakaran spontan lebih umum terjadi di daerah peralihan antara hutan tropika dan sabana, sehubungan dengan iklim yang secara berkala kering dan terdapat rumput yang lebih rentan terbakar. Kebakaran hutan tropika tertutup biasanya disebabkan oleh ulah manusia (Longman and Jenik, 1974 dalam Notohadinegoro, 1997).

Jumat, 04 Maret 2011

Penyakit Tanaman

Penyakit

Penyakit pada tanaman khususnya aglaonema disebabkan oleh 2 pantagon , yaitu cendawan dan bakteri . Jumlah cendawan yang menyebabkan penyakit umumnya lebih banyak dibanding bakteri . Bagian tanaman yang terkena bakteri biasanya mengeluarkan bau tidak sedap .

  1. Busuk Akar

Penyakit ini ditandai dengan daun yang menjadi pucat lalu busuk , batang yang berlubang dan layu , serta akarnya berwarna coklat kehitaman . Busuk akar disebabkan karena media yang terlalu lembab sehingga mengakibatkan cendawan cepat berkembang . Tanggulangi busuk akar dengan mengganti media baru yang lebih yang lebih porous , lalu potong bagian akar yang busuk dan oleskan fungisida pada bekas potongan . Bisa juga dengan menyemprotkan fungisida Previcur N dosis 1 ml/l dengan frekuensi 2 minggu sekali .

  1. Layu Fusarium

Gejala serangan ditandai dengan tulang daun yang pucat berubah warna mejadi coklat keabuan lalu tangkainya membusuk . Penyebabnya adalah media yang selalu basah sehingga media tanam jadi ber-pH rendah . Kondisi tersebut membuat cendawan Fusarium oxyporium leluasa berkembang . Penyakit ini dapat ditanggulangi dengan cara mengganti media tanam . Dapat juga dengan menyiramkan fungisida Derosol 500 SC dosis 1,5 ml/l setiap 2 minggu . Bisa juga diatasi dengan menyemprotkan Fungisida Derosol 5 SC dosis 1,5 ml/l setiap 2 minggu . Bisa juga diatasi dengan menyemprotkan fungisida Folikur 25 WP 1-2 g/l atau Folicur 250 EC 1-2 ml/l atau Delsane MX 200 dosis 1 g/l . Penyakit ini juga dapat dicegah dengan menyiramkan Folidur 250 EC dengan konsentrasi 2 ml/l setiap 2 minggu sekali .

  1. Layu bakteri

Dari namanya tentu dapat diketahui bahwa penyakit tanaman ini disebabkan oleh bakteri . Layu bakteri ditandai dengan daun dan batang yang melunak serta bau tidak sedap . Untuk mencegahnya , media tanam harus terus dijaga agak tidak terlalu basah dan lingkungan sekitar tidak terlalu lembab . Atasi layu fusarium dengan menyemprotkan bakterisida Agrept dosis 1-2ml/l atau Starner dosis 1 g/l setiap 2 minggu sekali .

  1. Bercak Daun

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan . Sesuai namanya , penyakit ini ditandai adanya bercak pada daun yang lama kelamaan akan membusuk . Bercak pada daun yang lama kelamaan akan membusuk . Bercak daun ini dapat diatasi dengan langsung memotong daun yang busuk . Dapat juga dengan menyemprotkan fungisida Folicur 25 WP dosis 1-2 g/l atau Folicur 250 EC dosis 1-2ml/l . Selain itu , dapat juga dengan menggunakan Score dosis 1 cc/l . Frekuensi penyemprotannya 2 minggu sekali . Pupuk berkadar kalsium tinggi juga dapat membantu mengatasi penyakit ini .

Senin, 28 Desember 2009

hari ini

bangun kesiangan yah sekitar jam 8...
bangun2 kaget belum ngeprint laporan PIT, yauda lgsg j aq print.
baca buku panduan praktikum pit+maen lptop+fb an.hehhehe
jam 02.00pm UP PIT @gww.
selese UP poto2 ma nak mnh 45..
ke mahameru..
beli duren di bara sama ganis+febri.
wah...mam duren mpe kenyang tu..
sebenerny bukan kenyang karna durenny, ni karena kenyang mam bubur kacang ijo..
ke kontrakan gani teler2an disna.
bis ngabisin makanan poto2 bentar,,eh malah keanakan.rencana awal c mo ngabisin tu memory tapi kok ni mata dah pada kunang2 yak????hehhehe..serasa jadi artis lho...hahhahhahahhaha..
pulang jam 09.30pm dari kostan ganis.sekitar jam 10.00pm lewat nyampe kontrakannq.
pindahin foto ke laptop,,upload deh tu foto-foto di fb q mpe ketiduran saking capenya X ya???hehehheheheh
terbangun jam 02.00am..lanjutin upload foto lagi..
hihihi