Kebakaran Hutan
Pembakaran ialah tindakan sengaja membakar sesuatu dengan maksud tertentu. Kebakaran ialah terbakarnya sesuatu yang menimbulkan bahaya atau mendatangkan bencana. Kebakaran dapat terjadi karena pembakaran, baik melalui proses spontan alami atau karena kelalaian manusia, yang tidak dikendalikan.
Kebakaran hutan adalah suatu kejadian dimana api melahap bahan bakar bervegetasi di areal hutan. Baik yang dilakukan secara sengaja maupun secara tidak sengaja. Bahan bakar bervegetasi ini ada yang berupa bahan bakar kering maupun bahan bakar basah. Bahan bakar basah dapat menyebabkan timbulnya asap yang banyak sehingga dapat mengganggu kelangsungan hidup makhluk hidup lainnya.
Salah satu dampak negatif dari kebakaran hutan adalah asap, yang dapat menyebabkan terjadinya polusi udara karena mengandung S02, NOx, 0 3 , H2S, CO, dan partikel karbon sangat berbahaya bagi kesehatan makhluk hidup. Selain secara langsung berdampak negatif pada manusia dan hewan, akibat lain yang ditimbulkan dari asap hasil kebakaran hutan adalah terganggunya kelancaran transportasi baik darat, laut dan udara. Kabut/gumpalan asap tersebut dapat mengganggu lalulintas darat terutama pada sore, malam hari dan pagi hari karena mengganggu jarak pandang pengemudi kendaraan.
Bahaya kebakaran adalah penilaian faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kemudahan terbakarnya vegetasi dan biomassa, tingkat penyebaran, kesulitan pengendalian, dan dampak kebakaran. Peringkat bahaya kebakaran adalah proses sistematis yang mengevaluasi faktor-faktor tersebut, dan digunakan sebagai alat pengelolaan kebakaran untuk mengukur keadaan bahaya kebakaran saat ini dan di masa datang. Peringkat ini dibuat berdasarkan observasi meteorologi harian dan tutupan vegetasi.
Hot spot adalah titik panas yang dideteksi oleh satelit (27-42°C), sedangkan titik api adalah suhu panas yang mencapai 250-350°C (sudah terbakar). Munculnya api dalam suatu areal hutan terjadi karena adanya segitiga api, yaitu oksigen, titik api, bahan bakar. Semakin kering bahan bakar vegetasi yang terdapat dihutan semakin cepat pula api melahap areal tersebut.
Areal gambut sangat mudah terbakar. Namun pembakaran yang terjadi pada areal gambut terjadi didalam tumpukan lahan gambut, sehingga sulit untuk dideteksi dan ditangani. Angin sangat berpengaruh terhadap kebakaran hutan.
Hutan tropika tertutup jarang yang dapat terbakar sendiri karena jumlah bahan kering yang terdapat di lantai hutan tidaklah cukup. Kebakaran spontan lebih umum terjadi di daerah peralihan antara hutan tropika dan sabana, sehubungan dengan iklim yang secara berkala kering dan terdapat rumput yang lebih rentan terbakar. Kebakaran hutan tropika tertutup biasanya disebabkan oleh ulah manusia (Longman and Jenik, 1974 dalam Notohadinegoro, 1997).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar